Purnama


"purnama, ayo kesini, temani aku malam ini, lautmu begitu tenang, dengarkan ceritaku ini."

"Ada apa lagi?apa cerita mu malam ini?masih tentang sepeda tua kesayangan mu??"

"Tidak purnama, lihatlah hasil tangkapan ikanku ini berlimpah berkat lautmu, besok ketika aku menepi aku jual semua ikan ini dan juga sepeda tua ku""
"Haaaaaggh sepeda tua itu???Apa aku tidak salah dengar????" Tanya purnama
"kau tidak salah dengar,
akan kujual sepeda kesayangku itu"
Hasil penjualan ikan dan sepeda itu akan aku belikan becak baru, biar nanti aku ajak istri dan kedua anak ku berkeliling melihat alam pegunungan dengan udara segar dan hijau dedaunan"

"Waaawww, lantas bagaimana denganmu, kau tidak akan melaut lagi??" Purnama semakin heran
"Tenang purnama aku masih ada simpanan uang di bawah lantai tepat d bawah jendela kamar ku, sudah ku sisih kan dr penghasilan ku"

"Aku sadar purnama, kesayangan ku kepada sepeda itu membuat aku lupa kalau anak-anaku ku lebih membutuhkan kasih sayang dan perhatian ku"
"Akan ku buat perapian d sebelah tenda kami nanti, bercengkrama dengan jagung dan ubi bakar favorit anak-anak ku, aaaahhh begitu indah kesempatan itu nanti purnama"

"Terima kasih purnama,,  aku suka cahaya mu malam ini"
Previous
Next Post »